RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

 

PEMBERITAHUAN

RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (”Rapat”) Perseroan, yang diselenggarakan pada Senin, 25 Februari 2019,  bertempat di Gran Melia, Jl. HR Rasuna Said Kav X-O, Setiabudi, Jakarta Selatan – 12950.

 

Rapat dibuka pada pukul  10.19 WIB dan ditutup pada pukul   10.41 WIB.

A. Agenda Rapat adalah sebagai berikut :

  1. Persetujuan atas rencana fasiltas pinjaman jangka panjang;
  2. Perubahan Tempat Kedudukan Perseroan yang semula berkedudukan di Jakarta Barat menjadi di Jakarta Pusat;
  3. Persetujuan atas fasilitas Foreign Exchange dari Citibank Jakarta.

B. Rapat dihadiri oleh anggota Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut :

  1. Bapak Hamid Awaluddin                       Komisaris Utama Independen
  2. Bapak Adi Harsono                                 Komisaris Independen
  3. Bapak Chavalit Tsao                                Komisaris
  4. Bapak Iriawan Ibarat                              Direktur Utama
  5. Bapak Harry Tjhen                                  Direktur
  6. Bapak Setya Rahadi                                 Direktur
  7. Ibu Yolanda Watulo                                Direktur
  8. Ibu Helena Adnan                                   Direktur Independen

 

C. Kuorum Kehadiran Para Pemegang Saham.

Rapat dihadiri oleh para pemegang saham dan/atau kuasanya sebanyak 4.863.534.808  saham yang merupakan  96,69 % dari 5.030.000.000 saham yang merupakan seluruh saham yang telah dikeluarkan atau ditempatkan oleh Perseroan, karenanya ketentuan mengenai kuorum Rapat sebagaimana diatur dalam pasal 23 ayat 1 (a) dan Pasal 23 ayat 8 (a)  Anggaran Dasar Perseroan serta Pasal 86 ayat (1)  dan Pasal 88 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas telah terpenuhi.

D. Kesempatan Tanya Jawab.

Kepada pemegang saham dan/atau kuasanya yang hadir dalam Rapat diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, pendapat, usul dan/atau saran yang berhubungan dengan Agenda Rapat yang dibicarakan, dengan mekanisme mengangkat tangan dan menyerahkan formulir pertanyaan.

Ada satu  pemegang saham dengan kepemilikan sebanyak  81.000 saham yang mengajukan pertanyaan pada Agenda Rapat Pertama.

E. Mekanisme Pengambilan Keputusan.

Mekanisme pengambilan keputusan dilakukan secara lisan dengan meminta kepada pemegang saham dan/atau kuasanya untuk mengangkat tangan bagi yang memberikan suara tidak setuju dan abstain, sedangkan yang memberikan suara setuju tidak diminta mengangkat tangan. Suara abstain dianggap mengeluarkan suara yang sama dengan suara mayoritas para pemegang saham yang mengeluarkan suara.

F. Keputusan Rapat.

Hasil pengambilan keputusan yang dilakukan melalui pemungutan suara, sebagai  berikut :

Agenda I

Tidak ada yang memberikan suara tidak setuju maupun suara abstain (blanko), dengan demikian Rapat secara musyawarah untuk mufakat, menyetujui :

  1. Mendapatkan Pinjaman Jangka Panjang dari ICICI Bank Cabang Singapura dengan jumlah sampai dengan 21 juta dollar Amerika Serikat dengan tenor sampai dengan 5 tahun 9 bulan yang akan digunakan untuk penambahan armada Perseroan serta Fasilitas Derivative dengan jumlah sampai dengan 1,5 juta dollar Amerika Serikat yang akan digunakan untuk lindung nilai (hedging) dengan persyaratan dan ketentuan yang dianggap sesuai oleh Direksi dari waktu ke waktu.
  2. Memberikan persetujuan, wewenang, dan kuasa kepada Dewan Komisaris dan Direksi untuk melakukan segala tindakan yang dibutuhkan sehubungan kegiatan melakukan pinjaman Bank Jangka Panjang untuk kepentingan Perseroan dengan tidak mengesampingkan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Agenda II

Tidak ada yang memberikan suara tidak setuju maupun suara abstain (blanko), dengan demikian Rapat secara musyawarah untuk mufakat, menyetujui :

  1. Mengubah Pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan mengenai Tempat Kedudukan Perseroan yang semula berkedudukan di Jakarta Barat menjadi berkedudukan di Jakarta Pusat;
  2. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan perubahan Tempat Kedudukan Perseroan tersebut, tanpa ada yang dikecualikan.

Agenda III

Tidak ada yang memberikan suara tidak setuju maupun suara abstain (blanko), dengan demikian Rapat secara musyawarah untuk mufakat, menyetujui :

  1. Mendapatkan Fasilitas Foreign Exchange dari Citibank N.A. Indonesia dengan jumlah sampai dengan 5 juta dollar Amerika Serikat dengan tenor maksimal 12 bulan untuk lindung nilai transaksi dalam valuta asing Dollar AS dengan persyaratan dan ketentuan yang dianggap sesuai oleh Direksi dari waktu ke waktu.
  2. Memberikan persetujuan, wewenang, dan kuasa kepada Dewan Komisaris dan Direksi untuk melakukan segala tindakan yang dibutuhkan sehubungan kegiatan melakukan Fasilitas Foreign Exchange untuk kepentingan Perseroan dengan tidak mengesampingkan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Pengumuman Ringkasan Risalah Rapat Perseroan ini adalah untuk memenuhi ketentuan Pasal 34 ayat (1), ayat (2) dan ayat (6) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

 

Jakarta, 26 Februari 2019

Direksi Perseroan

Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa – Senin, 25 Februari 2019

PEMANGGILAN

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA
PT PELITA SAMUDERA SHIPPING TBK

Bersama ini Direksi PT Pelita Samudera Shipping Tbk (“Perseroan”), mengumumkan Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“Rapat”) yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal   : Senin, 25 Februari 2019

Waktu               : Pukul 10.00 WIB s.d selesai

Tempat             : Gran Melia Jalan Haji R. Rasuna Said Kav X-0, RT.5/RW.4, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

Dengan Agenda Rapat sebagai berikut :

1.     Persetujuan Atas Rencana Fasilitas Pinjaman Jangka Panjang.

2.     Perubahan Tempat Kedudukan Perseroan yang semula berkedudukan di Jakarta Barat menjadi di Jakarta Pusat

3.     Persetujuan atas fasilitas Foreign Exchange dari Citibank Jakarta

 

Catatan :

  1. Yang berhak hadir atau diwakili dalam Rapat adalah:

a. Untuk saham-saham Perseroan yang belum dimasukkan di dalam Penitipan Kolektif hanyalah Para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 31 Januari 2019 sampai pukul 16.00 WIB.

b. Untuk saham-saham Perseroan yang berada di dalam Penitipan Kolektif hanyalah para pemegang rekening yang namanya tercatat sebagai Pemegang Saham Perseroan dalam rekening efek bank kustodian atau perusahaan efek yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 31 Januari 2019 pukul 16.00 WIB.

  1. Bagi pemegang rekening efek pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), diwajibkan untuk menyerahkan Daftar Pemegang Saham yang dikelolanya kepada KSEI untuk mendapatkan Konfirmasi Tertulis Untuk Rapat (KTUR).

 

  1. Pemegang saham atau kuasanya yang akan menghadiri Rapat diminta untuk membawa dan menyerahkan fotokopi Surat Kolektif Saham dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau tanda pengenal lainnya kepada petugas pendaftaran Perseroan, sebelum memasuki ruang rapat. Untuk pemegang saham dalam penitipan kolektif di KSEI diwajibkan untuk membawa KTUR yang dapat diperoleh melalui anggota bursa atau bank kustodian.

 

  1. Bagi pemegang saham Perseroan berstatus badan hukum dapat diwakili dalam Rapat oleh pihak yang berwenang sesuai dengan anggaran dasarnya masing-masing, dan agar membawa fotokopi anggaran dasar berikut perubahannya yang terakhir serta susunan terakhir anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk diserahkan kepada petugas pendaftaran sebelum masuk ke ruang rapat.

 

  1. a. Pemegang saham yang tidak dapat hadir dalam Rapat dapat diwakili oleh kuasanya dengan membawa Surat Kuasa yang sah sebagaimana ditentukan oleh Direksi Perseroan, dengan ketentuan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan karyawan Perseroan diperkenankan untuk bertindak selaku kuasa pemegang saham Perseroan dalam Rapat ini, namun suara yang mereka keluarkan selaku kuasa tidak diperhitungkan dalam pemungutan suara

b. Formulir Surat Kuasa dapat diperoleh setiap jam dan hari kerja di kantor Perseroan, di Menara Citicon Lantai 19 Jalan Letjen S Parman Kav 72 Jakarta Barat 11410, No telp 021-29308801, faksimili 021-29308802 dengan menghubungi Corporate Secretary Perseroan (Imelda Agustina Kiagoes).

c. Semua Surat Kuasa harus sudah diterima oleh Direksi Perseroan di kantor Perseroan sebagaimana disebutkan diatas selambat-lambatnya pukul 16.00 WIB pada hari Jum’at 22 Februari 2019. Apabila Surat Kuasa yang diserahkan tersebut dalam bentuk fotokopi, maka asli Surat Kuasa harus diserahkan pada saat registrasi sebelum memasuki ruang Rapat

  1. Bahan-bahan untuk hal-hal yang akan dibicarakan dalam Rapat telah tersedia di kantor Perseroan sebagaimana disebutkan di atas dan dapat diperoleh dengan menghubungi Corporate Secretary Perseroan (Imelda Agustina Kiagoes).

 

  1. Untuk mempermudah pengaturan dan tertibnya Rapat, Pemegang Saham Perseroan atau kuasanya yang

sah diminta  dengan hormat untuk hadir di tempat Rapat 30 (tiga puluh) menit   sebelum Rapat dimulai.

 

Jakarta, 1 Februari 2019

Direksi Perseroan

PT Pelita Samudera Shipping Tbk

FLEET EXPANSION SUPPORTED PSS PERFORMANCE, FY 2018 REVENUE EXPERIENCED DOUBLE-DIGIT GROWTH

FLEET EXPANSION SUPPORTED PSS PERFORMANCE, FY 2018 REVENUE EXPERIENCED DOUBLE-DIGIT GROWTH

 

  • Unaudited  Revenue  in  2018  topped US$63 million figure, or posting about 30% growth from 2017
  • Shipment volume grew by about 11% to about 33.5 million metric tons in 2018
  • In a bid to support sustainable growth, PSS sets to continue fleet expansion in 2019

 

JAKARTA, FEBRUARY 6, 2019

 

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (“The Company”, “PSS”, IDX code: PSSI) reported Unaudited Total Revenue of about US$63.5 million in 2018 compared to about US$49.0 million achieved in 2017.

 

Such Revenue performance is the biggest for PSS in the last 5 (five) years, attributed by solid performance of global thermal coal price along with increase in domestic thermal coal consumption and the continued Company’s fleet expansion program since 2016.

 

Tugboat and Barge (TNB) business line accounted for about 55% of the Company’s Unaudited Revenue in 2018, followed by contribution from Floating Loading Facility (FLF) of about 40% and Mother Vessel (MV) of about 5%.

 

Double-digit in volume growth

TNB reported significant increase in coal shipment volume from around 9.8 million metric tons in 2017 to around 12.9 million metric tons in 2018, reflecting about 32% increase from 2017 or increase of about 3.1 million metric tons.

 

FLF reported of volume as much as 20.3 million metric tons in 2018, post divestment of one unit of FLF “Ratu Barito” in September 2018, a tad lower compared to 20.4 million metric tons handled in 2017.

 

New business line MV that just started operation with 1 unit of Handysize class vessel since March 2018 managed to contribute volume of about 280k metric tons in 2018.

 

Overall, total volume handled by PSS in 2018 has passed 33 million metric tons, by achieving about 33.5 million metric tons compared to about 30.2 million metric tons in 2017 or grew by about 11%; hence, such achievement is the highest record of volume achieved by PSS in the last 5 (five) years.

 

Continue fleet expansion to further support Volume and Revenue growth in 2019

At the end of 2018, PSS managed to add another Handysize class vessel named “Dewi Ambarwati” for US$9.6 million and recently signed a Sales and Purchase Agreement (SPA) for its first Supramax class vessel worth US$10.5 million by end of January 25, 2019.

 

Realization of these fleet additions will increase the Company’s MV cargo capacity from initially 30k DWT to 110k DWT, which is aligned with PSS strategy to support Indonesia’s logistic needs for the energy and mining sectors.

 

Backed by strong financial position, PSS is still eyeing opportunities to add another MV into its fleet as the Company has set cargo volume target of around 1.8-2.2 million metric tons in 2019 for its MV fleet, subject to market conditions and ability for further fleet addition.

 

Continued fleet expansion will help PSS to achieve its organic Revenue growth target of around 25% to 30% in 2019.

COMPLETED ADDITIONAL 1 UNIT OF MOTHER VESSEL, PSS SETS TO SUPPORT INDONESIA’S ENERGY CONSUMPTION GROWTH

COMPLETED ADDITIONAL 1 UNIT OF MOTHER VESSEL, PSS SETS TO SUPPORT INDONESIA’S ENERGY CONSUMPTION GROWTH

 

  • New fleet investment of 1 unit Handysize class Mother Vessel (MV) reached about US$9.7 million (about IDR27.2 per share)
  • Targeting at about US$50 million for organic capital expenditure (capex) in 2019
  • Indonesia’s  economic   growth   and huge domestic market will provide logistic opportunities for domestic power plants, fertilizer, cement, and metal and mineral industries

 

JAKARTA, JANUARY 30, 2019

 

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (“The Company”, “PSS”, IDX code: PSSI) opened the new chapter of 2019 by announcing of new MV “Dewi Ambarwati”, a handysize class vessel as part of the Company’s expansion program in line with Indonesia’s increasing logistic demand for the energy sector.

 

With capacity of 32,000 dead-weight-tons (dwt), “Dewi Ambarwati” is the Company’s 2nd handysize vessel and has been chartered for coal shipment in Bunati area, South Kalimantan, starting since the first week of January 2019.

 

PSS completed the acquisition transaction of this MV by the end of 2018, paid entirely with internal cash, showing the Company’s sound liquidity and well-managed financial position.

 

Following this new MV PSS now owns a total fleet of 80 units, consisted of 38 units of tugboat, 37 units of barge, 3 units of floating loading facility (FLF) and 2 units of handysize class mother vessel compared to 77 units it owned at the beginning of 2018.

Organic capex at around US$50 million in 2019

PSS spent capex of around US$21 million (including dry docks) in 2018 compared to around US$15.7 million in 2017.

 

Thanks to the Company’s strong cash flow and asset optimization strategy, PSS is yet to use any external funding for its new fleet investment in 2018.

 

PSS plans to spend capex of around US$50 million in 2019, mainly for the purchases of tugboats, barges and mother vessels, funded by a combination of external and internal financing, subject to the market development and condition.

 

Currently, the Company maintains a well managed financial position, reflected on several ratios as below.

 

As of September 30, 2018, PSS had Gearing Ratio of 0.38x and Net Gearing Ratio of 0.23x with Debt-to-LTM EBITDA Ratio of 1.07x and Net Debt-to-LTM EBITDA Ratio of 0.66x.

 

Along with the Company’s capex needs in 2019, to secure its working capital needs, PSS has recently signed non-collateral loan facilities with Citibank Indonesia in both US Dollar and Rupiah amounted up to US$12 million (including standby LC).

 

Such loan facility reflects the bank’s high trust in the Company’s prospects and its financial strength.

 

Pursuing multiple logistic opportunities

Rising domestic logistic demand particularly for energy and mineral sector will be the Company’s main focus for 2019.

 

As such, PSS is targeting cargo volume of around 1.8 – 2.2 million metric tons in 2019 for its MV fleet, subject to market condition and ability for fleet additions.

 

The addition of bulk carrier is in line with the Company’s strategy to tap multiple logistic opportunities in the domestic market from energy, mining, agriculture to building material sectors.