KEBIJAKAN KOMUNIKASI DENGAN PARA PEMEGANG SAHAM ATAU INVESTOR

PT PELITA SAMUDERA SHIPPING TBK 

A.Pengantar

Dokumen ini memuat kebijakan PT Pelita Samudera Shipping Tbk (“Perseroan”) dalam memberikan informasi yang diperlukan mengenai Perseroan kepada para pemegang saham atau investor Perseroan sehubungan dengan keputusan investasi mereka.

B. Kebijakan Umum

Sebagai bagian dari praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Perseroan menerapkan perlakuan seimbang kepada para pemegang saham atau investornya dalam memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan pasar modal.

Divisi Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan penyampaian dan penyebaran informasi material dan non-material kepada komunitas pasar modal.

C. Kebijakan dalam Penyebaran Informasi Material

Informasi yang berkaitan dengan kejadian, peristiwa atau fakta yang dapat mempengaruhi harga saham Perseroan dan/atau keputusan pemegang saham atau investor Perseroan (“Informasi Material”) tidak diungkapkan ke media sebelum disampaikan terlebih dahulu kepada Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (“OJK”) dan Bursa Efek Indonesia (“BEI”), sesuai dengan peraturan pasar modal.

Untuk menghindari pengungkapan secara selektif dan potensi pelanggaran peraturan keterbukaan informasi, Perseroan tidak memberikan:

Wawancara atau informasi eksklusif kepada media, pemegang saham atau investor, yang mengandung Informasi Material yang belum diungkapkan kepada publik;
Informasi Material yang belum diungkapkan kepada publik kepada media, pemegang saham atau investor secara ‘off the record’.
Apabila terdapat kebocoran Informasi Material, Perseroan akan mengeluarkan rilis kepada publik melalui BEI. Jika ada rumor yang bersifat Informasi Material di media yang tidak benar atau menyesatkan dan yang berasal dari Perseroan, Perseroan juga akan mengeluarkan rilis. Di luar hal tersebut, Perseroan akan mempertimbangkan apakah akan mengkonfirmasi atau menyangkal rumor. Pada umumnya, Perseroan tidak memberikan komentar terhadap rumor di pasar terlepas apakah rumor tersebut benar atau tidak.

D. Juru Bicara Perseroan

Perseroan, dari waktu ke waktu, akan menunjuk satu atau lebih juru bicara resmi untuk berbicara atas nama Perseroan atau untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan spesifik dari komunitas pasar modal, sesuai dengan keadaan terkait.

Yang termasuk sebagai juru bicara resmi adalah Presiden Direktur, Direktur Keuangan, anggota Direksi lainnya (untuk masing-masing bidang yang berada di bawah tanggung jawabnya), Corporate Secretary, atau Investor Relations Division Perseroan.

Tidak ada karyawan lainnya yang berhak untuk berbicara dengan para pemegang saham, investor, analis atau media, kecuali secara khusus diminta oleh salah satu juru bicara resmi. Dalam hal seorang karyawan dihubungi oleh pemegang saham, investor atau analis, ia diminta untuk meneruskan permintaan tersebut kepada Investor Relations Division Head dan/atau Sekretaris Perusahaan. Jika dihubungi oleh media, karyawan diminta untuk meneruskan permintaan tersebut kepada Divisi Sekretaris Perusahaan.

Juru bicara resmi bekerjasama erat dengan Investor Relations untuk memastikan semua usulan tanggapan yang akan disampaikan kepada publik telah sesuai dengan peraturan pasar modal.

E. Komunikasi Dengan Komunitas Pasar Modal

Dalam berkomunikasi dengan komunitas pasar modal, Perseroan melakukan kegiatan-kegiatan rutin, antara lain:

Menerbitkan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit
Menerbitkan Laporan Keuangan Triwulanan dan Laporan Keuangan Tengah Tahunan
Menyelenggarakan paparan publik
Menerbitkan siaran pers yang berkaitan dengan ikhtisar keuangan triwulanan
Menyelenggarakan pertemuan analis
Menyelenggarakan pengarahan media (media briefing)
Perseroan menerapkan kebijakan ‘masa tenang’, yaitu masa di mana Perseroan tidak berhubungan dengan komunitas pasar modal. Pengecualian atas kebijakan ini dapat terjadi atas diskresi Perseroan, dalam hal terdapat kebutuhan untuk membahas suatu berita terbaru (breaking news) atau alasan lainnya. Selama masa tenang, pejabat Sekretaris Perusahaan/Investor Relations dapat memberikan jawaban atas pertanyaan dari komunitas pasar modal terkait fakta (fact-based inquiries).

Masa tenang pada umumnya, dimulai sejak atau segera setelah akhir periode keuangan dan selesai ketik kinerja keuangan perusahaan diumumkan. Masa tenang bagi Perseroan adalah 21 hari sebelum pengumuman kinerja keuangan Perseroan.